Potensi dan Pengembangan Kakao Aceh sebagai Komoditas Unggulan

entry image

Potensi dan Pengembangan Kakao Aceh sebagai Komoditas Unggulan

Author: Admin Date published: 13 November 2023

Aceh, sebuah provinsi di ujung barat Pulau Sumatera, Indonesia, dikenal dengan potensi besar dalam pengembangan perkebunan dan industri kakao. Komoditas perkebunan ini tidak hanya berkontribusi pada perekonomian Aceh tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Dengan kualitas dan citarasa yang unggul, kakao Aceh memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar nasional dan internasional.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh menunjukkan bahwa pada tahun 2020, luas areal tanaman kakao di Aceh mencapai 101.230 hektar, termasuk 100.980 hektar tanaman menghasilkan dan 250 hektar tanaman belum menghasilkan. Ini menempatkan Aceh sebagai produsen kakao terbesar keempat di Indonesia, setelah Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan.

Namun, produksi biji kakao di Aceh pada tahun 2020, yang mencapai 41.093 ton, menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 43.000 ton. Penurunan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi cuaca, serangan hama, penyakit, dan dampak pandemi COVID-19 yang membatasi aktivitas perkebunan.

Perkebunan kakao di Aceh tersebar di berbagai kabupaten/kota, dengan beberapa di antaranya menjadi sentra produksi utama. Lima kabupaten/kota dengan areal tanaman kakao terbesar di Aceh adalah Pidie Jaya, Gayo Lues, Bireuen, Aceh Utara, dan Pidie.

Salah satu aspek penting dalam industri kakao adalah hilirisasi, yaitu pengolahan biji kakao menjadi produk bernilai tambah seperti bubuk kakao, mentega kakao, cokelat, dan lainnya. Hilirisasi dapat meningkatkan pendapatan petani dan mengurangi ketergantungan pada pasar biji kakao mentah. Namun, di Aceh, proses hilirisasi ini masih terbatas, dengan sebagian besar biji kakao dijual sebagai biji mentah atau setengah jadi.

Contoh industri pengolahan kakao skala rumahan di Aceh adalah Cado Coklat di Kabupaten Aceh Utara dan Koperasi Serba Usaha Gayo Mandiri Coffee di Kabupaten Gayo Lues. Kedua industri ini memproduksi cokelat dengan menggunakan biji kakao lokal.

Pengembangan lebih lanjut di sektor hulu dan hilir perkebunan kakao sangatlah penting. Di sektor hulu, ada peluang untuk mengembangkan industri perbenihan, pupuk, pestisida, alat pertanian, dan jasa pengolahan lahan. Sementara di sektor hilir, potensi ada pada industri pengolahan kakao, produk cokelat, minuman, kosmetik, farmasi, dan kesehatan.

Untuk mewujudkan potensi ini, diperlukan dukungan dari pemerintah, sektor swasta, akademisi, peneliti, dan masyarakat. Beberapa langkah yang dapat diambil meliputi peningkatan kualitas dan kuantitas bahan baku kakao, mendorong inovasi produk, membangun jejaring kerjasama, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta meningkatkan aksesibilitas infrastruktur, permodalan, teknologi, dan regulasi.

Kakao Aceh memiliki beberapa keunggulan kompetitif, seperti ukuran biji yang besar, rasa cokelat dan tekstur yang kuat, ketersediaan bahan baku yang melimpah, serta potensi pengembangan perkebunan yang luas. Komitmen pemerintah dan masyarakat Aceh dalam mengembangkan sektor ini juga sangat penting.

Dengan semua potensi dan keunggulan ini, kakao Aceh berpeluang besar untuk menjadi komoditas perkebunan dan industri yang kompetitif dan berkelanjutan, tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Aceh, tetapi juga mengenalkan produk lokal berkualitas ke pasar global.


share this article
image
image
Starting Invest in Aceh

These investment incentives and scheme is specifically designed to encourage potential investors and thus reap the positive effects of foreign direct investments (FDI).

Contact Us