PT PEMA Dorong Pengembangan Industri Baja Ringan Berkapasitas 2.000 Ton di Aceh
Aceh Besar, PT Pembangunan Aceh (PEMA) mendorong realisasi investasi pembangunan pabrik manufaktur dan fabrikasi baja ringan yang akan dikelola oleh PT Indo Surya Galvalume. Pabrik dengan kapasitas produksi 2.000 ton ini akan dibangun di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, tepatnya di Desa Ladong, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar.
Menurut sumber perusahaan, Rezki Detriman, nilai investasi yang digelontorkan untuk pembangunan pabrik ini mencapai Rp200 miliar. Proyek tersebut ditargetkan rampung dan siap beroperasi pada Oktober 2026.
“Pemilihan lokasi di KIA Ladong bukan tanpa alasan. Kawasan ini dinilai memiliki posisi yang strategis dan telah sesuai dengan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), sehingga proses perizinan dan pembangunan dapat berjalan lebih efisien,” kata Rezki pada 4 Agustus 2026 di Banda Aceh.
Melalui dorongan investasi ini, PEMA menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor industri di Aceh, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan baja ringan yang selama ini masih banyak dipasok dari luar daerah. Kehadiran pabrik ini diharapkan mampu memangkas ketergantungan tersebut sekaligus mempercepat distribusi material bagi kebutuhan konstruksi di provinsi tersebut.
Selain aspek pemenuhan kebutuhan material, investasi ini juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Beroperasinya pabrik PT Indo Surya Galvalume di KIA Ladong diyakini akan menunjang pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi tenaga kerja lokal di sekitar kawasan industri.
Dengan target penyelesaian pada Oktober 2026, proyek ini menjadi salah satu bukti nyata geliat investasi di sektor manufaktur Aceh, sekaligus memperkuat posisi KIA Ladong sebagai kawasan industri strategis di provinsi tersebut
Sumber:PT Pembangunan Aceh (PEMA)