Proyek ini merupakan pengembangan dan optimalisasi aset milik Pemerintah Kota Sabang berupa bangunan Hotel Sabang yang berlokasi strategis di Jl. Teuku Moh. Daud Beureueh, Banda Aceh. Aset ini memi...
Tourism
Proyek ini merupakan pengembangan dan optimalisasi aset milik Pemerintah Kota Sabang berupa bangunan Hotel Sabang yang berlokasi strategis di Jl. Teuku Moh. Daud Beureueh, Banda Aceh. Aset ini memiliki luas lahan sekitar 3.312 m² dengan bangunan 7 lantai seluas ±8.177 m², namun masih berstatus konstruksi dalam pekerjaan dengan progres terakhir sekitar 77,79%. Proyek direncanakan untuk menyelesaikan pembangunan hotel eksisting menjadi hotel berstandar bintang 3-4 dengan kapasitas sekitar 72 hingga 86 kamar, dilengkapi fasilitas pendukung seperti restoran, ruang meeting, dan area parkir. Skema pengembangan dilakukan melalui kerja sama pemanfaatan (KSP) antara pemerintah dan mitra swasta selama ±30 tahun guna mengoptimalkan nilai ekonomi aset tersebut.
Secara teknis, proyek ini layak dikembangkan karena lokasi telah sesuai dengan regulasi tata ruang yang memperbolehkan pembangunan hotel di zona perkantoran dengan intensitas bangunan tinggi (KDB 80%, KLB 3,6). Struktur bangunan eksisting sebagian besar sudah terbentuk, dengan beberapa lantai mencapai progres 80–100%, meskipun masih memerlukan penyelesaian pekerjaan konstruksi, instalasi mekanikal-elektrikal, serta perbaikan kerusakan akibat tidak terawat. Alternatif pengembangan mencakup penyelesaian bangunan eksisting atau penambahan jumlah kamar hingga 86 unit. Fasilitas teknis yang direncanakan meliputi kamar hotel, ruang pertemuan, restoran, sistem utilitas (listrik, air, AC), serta infrastruktur pendukung seperti lift dan area parkir, dengan estimasi tambahan investasi sekitar Rp28–33 miliar tergantung skenario pengembangan.
Dari sisi pasar, proyek ini memiliki potensi yang cukup kuat didukung oleh pertumbuhan ekonomi Aceh yang positif serta meningkatnya sektor akomodasi dan pariwisata. Lokasi hotel berada di kawasan komersial dan perkantoran dengan aksesibilitas tinggi serta visibilitas yang baik, sehingga menarik bagi segmen pasar menengah ke atas seperti wisatawan domestik, pebisnis, dan instansi pemerintah. Meskipun terdapat persaingan dari hotel di radius ±3 km, sebagian besar didominasi hotel non-bintang, sementara permintaan untuk hotel berbintang dengan fasilitas MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) masih tinggi. Tingkat okupansi hotel berbintang bahkan dapat mencapai sekitar 70%, dengan tarif kamar yang kompetitif di kisaran Rp700.000 hingga Rp1.500.000 per malam untuk hotel bintang 4, sehingga peluang penetrasi pasar masih terbuka lebar.
Total Estimate:
Rp 28,28 Milyar
IRR/NPV/BEP:
IRR: 17.59% | NPV: 21,16 Milyar | B/C: 1,74 | BEP: 8 tahun
| Land Area | : 3.3122 |
| Land Status | : Pemerintah Kota Sabang |
| Investment Schema | : KPBU / PMA / PMDN |
| Water | : Available |
| Power | : Available |
| Gas | : Not Available |
| Road Access | : Available |
| Port Access | : 0 KM |
| Airport Access | : 0 KM |
| Toll Access | : 0 KM |
| Others | : |
These investment incentives and scheme is specifically designed to encourage potential investors and thus reap the positive effects of foreign direct investments (FDI).
Contact Us