Pengembangan kawasan peternakan sapi terpadu dengan konsep integrasi antara usaha pembibitan dan pengemukan sapi potong, pemanfaatan limbah ternak menjadi biogas serta pembangunan sistem PLTS sebag...
Energy
Pengembangan kawasan peternakan sapi terpadu dengan konsep integrasi antara usaha pembibitan dan pengemukan sapi potong, pemanfaatan limbah ternak menjadi biogas serta pembangunan sistem PLTS sebagai sumber energi ramah lingkungan. Kawasan dirancang untuk menampung sekitar 2.000 ekor sapi potong dan sapi bibit dengan sistem pemeliharaan semi intensif dan runch. Kotoran ternak akan diolah melalui biodigester untuk menghasilkan biogas yang digunakan sebagai bahan bakan operasional peternakan, sedangkan residunya diolah menjadi pupuk organik padat dan cair. Untuk mendukung kemandirian energi akan dibangun PLTS berkapasitas sekitar 500 Kwp yang mampu memenuhi sebahagian besar kebutuhan listrik Kawasan peternakan. Proyek ini mengusung konsep zero waste lifestock farming, dimana seluruh hasil samping peternakan dimanfaatkan kembali untuk peningkatan efisiensi dan nilai tambah usaha.
Pemanfaatan lahan diperuntukkan untuk area kendang dan runch, hijauan pakan ternak, instalasi biogas, PLTS ground mounted, Gudang apakan dan sarana produksi, jalan produksi dan infrastruktur. Fasilitas utama unit pertanakan: kadang pembibitan, kendang penggemukan, klinik kesehatan hewan, gudang pakan, unit pengolahan pakan. Unit biogas terdiri dari: biodigester kapasitas industri, tangka penyimpanan gas, generator biogas, dan instalasi pupuk organic. Unit PLTS: solar panel 500 Kwp, inverter sistem, betterai storage system, smart monitoring sytem. Infrastruktur pendukung: jalan produksi, reservoir air, sistem distribusi air, perkantoran dan rumah pekerja. Pengembangan ini juga memperhatikan aspek ketersediaan air dan pakan yang menjadi faktor penting keberhasilan Kawasan Peternakan Ketapang
Kawasan ini memiliki prospek pasar yang sangat baik seiring dengan meningkatnya kebutuhan daging sapi di Aceh. Selain untuk memenuhi konsumsi harian masyarakat, permintaan daging sapi di Aceh juga didukung oleh tradisi meugang yang dilaksanakan 3 kali setiap tahun. Selain kebutuhan meugang, pasar potensial lainnya, berasal dari permintaan hewan qurban pada hari Raya Idul Adha. Dengan kapasitas produksi yang direncanakan mencapai 1.000 ekor sapi pertahun, Kawasan Keutapang berpeluang menjadi salah satu pemasok utama sapi potong di Aceh. Target pasar proyek meliputi pedagang dan rumah potong hewan, pasar tradisional, hotel dan restoran, peternak rakyat, kelompok ternak serta pasar musiman. Peluang pasar lainnya adalah penjualan pupuk organik hasil pengolahan limbah ternak serta pemanfaatan biogas sebagai sumber energi alternatif.
Total Estimate:
Rp 22 Milyar
IRR/NPV/BEP:
IRR: 25.8% | NPV: 27,45 Milyar | B/C: 2,25 | BEP: 3 tahun
| Land Area | : 197,155 |
| Land Status | : Pemerintah Aceh Tengah |
| Investment Schema | : KPBU / PMA / PMDN |
| Water | : Available |
| Power | : Available |
| Gas | : Not Available |
| Road Access | : Available |
| Port Access | : 0 KM |
| Airport Access | : 0 KM |
| Toll Access | : 0 KM |
| Others | : |
These investment incentives and scheme is specifically designed to encourage potential investors and thus reap the positive effects of foreign direct investments (FDI).
Contact Us