Pengusahaan lahan sebagai tempat pemusatan kegiatan industri yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang. Dengan aktivitas Pembangunan, pengelolaan, dan penjualan/sewa lahan industri untu...
Industrial
Pengusahaan lahan sebagai tempat pemusatan kegiatan industri yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang. Dengan aktivitas Pembangunan, pengelolaan, dan penjualan/sewa lahan industri untuk hilirisasi produk dari CPO/PKO.
KIT Padang Turi direncanakan sebagai kawasan industri hilirisasi sawit terpadu dengan luas ±82,25 hektare yang berlokasi strategis di Kabupaten Nagan Raya. Kawasan ini memiliki akses yang relatif dekat dengan Bandara Cut Nyak Dhien, jaringan jalan provinsi, dan rencana pelabuhan multifungsi sehingga mendukung distribusi logistik industri. Infrastruktur dasar yang dapat dikembangkan meliputi jaringan listrik dari PLTU Nagan Raya, sistem penyediaan air baku, drainase, jalan kawasan, instalasi pengolahan limbah (WWTP), serta tangki timbun CPO dan produk turunan sawit. Tata letak kawasan dapat dibagi menjadi zona refinery, industri oleokimia, pergudangan, utilitas, ruang hijau, dan fasilitas pendukung lainnya. Teknologi industri yang diterapkan diarahkan pada sistem refinery modern dan efisien energi, termasuk pemanfaatan biomassa sawit sebagai sumber energi alternatif. Secara teknis, kawasan ini memiliki potensi untuk berkembang menjadi klaster industri sawit terintegrasi yang mendukung efisiensi produksi dan peningkatan nilai tambah komoditas sawit daerah.
Kawasan Industri Terpadu (KIT) Padang Turi di Kabupaten Nagan Raya memiliki prospek pasar yang sangat potensial karena berada di wilayah sentra perkebunan kelapa sawit Pantai Barat Aceh bahkan terbesar di Aceh. Ketersediaan bahan baku berupa Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel Oil (PKO) didukung oleh keberadaan sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Nagan Raya dan kabupaten sekitarnya seperti Aceh Barat, Aceh Barat Daya, dan Aceh Selatan. Fokus hilirisasi sawit memberikan peluang pengembangan produk bernilai tambah tinggi seperti minyak goreng, biodiesel, olein, stearin, fatty acid, glycerin, dan produk oleokimia lainnya. Permintaan domestik dan global terhadap produk turunan sawit masih tinggi, terutama dari sektor pangan, energi, kosmetik, dan kimia industri. Selain itu, kebijakan nasional terkait hilirisasi industri dan pengembangan bioenergi turut memperkuat prospek pasar kawasan ini. Dengan posisi strategis dekat pelabuhan dan sumber bahan baku, KIT Padang Turi berpotensi menjadi
Total Estimate:
Rp 1,2 Triliun
IRR/NPV/BEP:
| Land Area | : 82,25 |
| Land Status | : Pemerintah Kabupaten Nagan Raya |
| Investment Schema | : KPBU / PMA / PMDN |
| Water | : Not Available |
| Power | : Available |
| Gas | : Not Available |
| Road Access | : Available |
| Port Access | : 0 KM |
| Airport Access | : 0 KM |
| Toll Access | : 0 KM |
| Others | : |
These investment incentives and scheme is specifically designed to encourage potential investors and thus reap the positive effects of foreign direct investments (FDI).
Contact Us